20 Juni 2024

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA

KABUPATEN KEDIRI

Gerakan Tanam Sejuta Pohon di Kampung Moderasi Beragama Kediri: Membangun Harmoni Alam dan Keseimbangan Sosial

3 min read

Hadir Sebagai Inspirasi

Kab. Kediri (Inmas) Pada Jum’at (30/5) Penyuluh Agama Kecamatan Wates & Ngancar Kabupaten Kediri turut serta dalam Gerakan Tanam Sejuta Pohon. Kegiatan ini difokuskan di Kampung Moderasi Beragama( KMB) Desa Tawang Kecamatan Wates dan Sugihwaras Kecamatan Ngancar. Dalam aksi yang dilakukan secara gotong-royong, berbagai pihak termasuk Kepala KUA, Kepala Desa, Babinsa, Babin Kantibmas, Penyuluh Agama, Perangkat Desa, Tokoh lintas Agama dan Tokoh Ormas Muhammadiyah, NU dan LDII.

Bibit yang ditanam di KMB Tawang adalah tanaman buah alpokat yang dipusatkan di wilayah perbatasan Dusun Bendorejo. Alasan utama pilih tanam alpokat, adalah untuk kemaslahatan warga masyarakat. Harapannya kelak dapat untuk berteduh warga yang ke sawah dan siapapun yang melintasi jalan tersebut. Serta dapat dipanen oleh warga sekitar, sebab selama ini kondisi lokasi masih panas dan warga sekitar masih perlu asupan buah.
Sedangkan untuk KMB Sugihwaras Kecamatan Ngancar menanam pohon bunga Tabebuya. Tabebuya merupakan tanaman bunga yang indah warna warni sejenis bunga Sakura di Jepang. Harapan KMB Sugihwaras kelak Tabebuya dapat memperindang dan memperindah tempat-tempat ibadah, dan fasilitas umum serta tepi jalan menuju lokasi wisata Kelud. Tabebuya ditanam di halaman Kantor Desa, Masjid, Musholla, Gereja, Sekolah, Puskesmas, Kantor Dusun dan beberapa ruas jalan menuju wisata Kelud.

“Gerakan Tanam Sejuta Pohon di Kampung Moderasi Beragama Kediri: Membangun Harmoni Alam dan Keseimbangan Sosial” Pada Jum’at, 31 Mei 2024, Penyuluh Agama Kecamatan Wates & Ngancar Kabupaten Kediri turut serta dalam Gerakan Tanam Sejuta Pohon. Kegiatan ini difokuskan di Kampung Moderasi Beragama Desa Tawang Kecamatan Wates dan Sugihwaras Kecamatan Ngancar. Dalam aksi yang dilakukan secara gotong-royong, berbagai pihak termasuk Kepala KUA, Kepala Desa, Babinsa, Babin Kantibmas, Penyuluh Agama, Perangkat Desa, Tokoh lintas Agama dan Tokoh Ormas Muhammadiyah, NU dan LDII. Bibit yang ditanam di KMB Tawang adalah tanaman buah alpokat yang dipusatkan di wilayah perbatasan Dusun Bendorejo. Alasan utama pilih tanam alpokat, adalah untuk kemaslahatan warga masyarakat. Harapannya kelak dapat untuk berteduh warga yang ke sawah dan siapapun yang melintasi jalan tersebut. Serta dapat dipanen oleh warga sekitar, sebab selama ini kondisi lokasi masih panas dan warga sekitar masih perlu asupan buah. Sedangkan untuk KMB Sugihwaras Kecamatan Ngancar menanam pohon bunga Tabebuya. Tabebuya merupakan tanaman bunga yang indah warna warni sejenis bunga Sakura di Jepang. Harapan KMB Sugihwaras kelak Tabebuya dapat memperindang dan memperindah tempat-tempat ibadah, dan fasilitas umum serta tepi jalan menuju lokasi wisata Kelud. Tabebuya ditanam di halaman Kantor Desa, Masjid, Musholla, Gereja, Sekolah, Puskesmas, Kantor Dusun dan beberapa ruas jalan menuju wisata Kelud. Kegiatan yang bertema “Rawat Bumi, Tebar Moderasi” ini sengaja dilakukan di Kampung Moderasi Beragama. Tema ini mencerminkan sebuah pesan atau semboyan yang menekankan pentingnya merawat bumi dan menyebarkan moderasi atau keseimbangan dalam segala hal. “Rawat Bumi” mengandung makna perlunya menjaga dan merawat lingkungan, menjaga kelestarian alam, dan melakukan tindakan yang mendukung keberlangsungan ekosistem bumi. Sementara itu, “Tebar Moderasi” mengacu pada pentingnya menjaga keseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dalam beragama, berinteraksi sosial, berpolitik, dan dalam mengonsumsi sumber daya alam. Dengan kata lain, pesan ini mendorong untuk bertindak secara bijaksana dan seimbang dalam menjaga bumi dan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan tema ini, masyarakat diajak untuk bertindak secara bijaksana dan seimbang dalam menjaga bumi dan kehidupan sehari-hari. Aksi nyata ini menjadi contoh konkrit bagaimana kesadaran akan lingkungan dan moderasi dapat diwujudkan dalam tindakan nyata untuk kebaikan bersama. (Alfi)Kegiatan yang bertema “Rawat Bumi, Tebar Moderasi” ini sengaja dilakukan di Kampung Moderasi Beragama. Tema ini mencerminkan sebuah pesan atau semboyan yang menekankan pentingnya merawat bumi dan menyebarkan moderasi atau keseimbangan dalam segala hal. “Rawat Bumi” mengandung makna perlunya menjaga dan merawat lingkungan, menjaga kelestarian alam, dan melakukan tindakan yang mendukung keberlangsungan ekosistem bumi. Sementara itu, “Tebar Moderasi” mengacu pada pentingnya menjaga keseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dalam beragama, berinteraksi sosial, berpolitik, dan dalam mengonsumsi sumber daya alam. Dengan kata lain, pesan ini mendorong untuk bertindak secara bijaksana dan seimbang dalam menjaga bumi dan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan tema ini, masyarakat diajak untuk bertindak secara bijaksana dan seimbang dalam menjaga bumi dan kehidupan sehari-hari. Aksi nyata ini menjadi contoh konkrit bagaimana kesadaran akan lingkungan dan moderasi dapat diwujudkan dalam tindakan nyata untuk kebaikan bersama. (Alfi)

#KementerianSemuaAgama

HUMAS KANKEMENAG KAB.KEDIRI | Newsphere by AF themes.