Guru Madrasah Kabupaten Kediri Kembali Ukir Prestasi Tingkat Nasional

Kab. Kediri (Inmas) Tiga  orang guru, dua  Madrasah Negeri dan  1 orang lainnya guru PAI Kabupaten Kediri menoreh prestasi membanggakan tingkat nasional. Adalah  Abas Shofwan, Umi Rosida dan Ifa Hidayah. Ketiga guru kebanggaan Kabupaten kediri ini terpilih dalam ajang malam anugerah guru dan tenaga kependidikan Madrasah berprestasi tahun 2021 di jakarta. Sebelum terpilih menjadi juara 1 dan juara 2 kategori guru breprestasi MTs, MA dan PAI, ketiganya  harus melewati beberapa tahapan selksi yang tidak hanya mmusingkan, tetapi juga melelahkan.

Abas Shofwan, guru MTsN 6 kedir.Peraih juara 1 kategori guru MTs berprestasi tingkat nasional ini, sehari-hari merupakan  guru mata pelajaran Biologi di MTsN 6 Keidri. Selain sebagai guru mata pelajaran Biologi, bapak dua anak ini juga sebagai pembina Pramuka dan guru pembimbing  karya ilmiah di MTsN 6 Kediri. Ia mengarang 6 buah buku ber-SNI. Karya ilmiahnya yang diangkat pada anugerah GTK Madrasah berprestasi 2021 dengan judul “ Aplikasi sistem  pencernaan manusia (teknik pembelajaran robotik android) media pembelajaran dengan menggunakan robot yang dikedalikan aplikasi android. Karya ini sudah memiliki hak cipta dengan  surat pencatatan nomor 000214162. Selain menghasilkan karya ilmiah yang membanggakan, Abas juga merupakan pembina pramuka yang berprestasi.  Selama menjadi pembina pramuka, dirinya telah mengantarkan regu Pramuka MTsN 6 Kediri  3 kali meraih juara  nasional.

Umi Rosida. Peraih juara 1 kategori  guru PAI  berprestasi  tingkat nasional tahun 2021 ini,  merupakan Guru Pendidikan Agama Islam SMPN 2 Kepung Kabupaten kediri. Sebagai seorang guru,  nuraninya tergerak takkala anak didiknya kesulitan mengikuti pelajaran saat pandemi melanda tanah air. Untuk itulah, Ia melakukan beberapa invovasi pembelajaran . Diantarnya  membuat Media Pembelajaran Mad Cetar ( Mad cerdas berputar).  Mad cetar merupakan media pembelajaran  untuk memberikan  pemahaman mengenai  materi hukum bacaan panjang pendek dalam al-Qur’an. Media pembelajaran ini telah mendapatkan  sertifikat HAKI. Selain itu, ibu dua putri ini juga saat ini sedang mengembangkan  pembelajaran pendidikan agama Islam  dalam pembelajaran berdiferensiasi berbasis microsof 365.  Media pembelajaran  ini sangat cocok dalam masa pandemi seperti sekarang ini. Karena memungkinkan siswa  tetap belajar secara efektif dan efisien serta dapat dipantau  keaftifannya  secara langsung baik  oleh guru maupun orang tua.

Berawal dari era pandemi, ketika pemelajaran harus dilakuakan secara daring, Ifa Hidayah guru Fisika MAN 3 Kediri, harus berputar otak, bagaimana Ia bisa mentransfer ilmu  kepada siswanya.  Akhirnya wanita lulusan S1 Brawijaya ini, belajar secara otodidak melalui youtube maupun mengikuti bebarapa pelatihan, Ibu empat putra ini berhasil membuat video-video pemelajaran. Saat ini sudah  50 video pembelajaran dan 11 video tutorial pendidikan yang ia upload di chanal youtube milinya.

Saat mengikuti seleksi anugerah guru, lulusan pasca sarjana Fisika ITS Surabaya ini, selain mengumpulkan porto folio, Ia juga membuat Karya Tulis Ilmiah (KTI,) dengan judul  Implementasi  Bloom’s Taxonomy pada  pembelajaran Riset di Man 3 Kediri. Dengan KTI dan Porto Folio sebanyak 48 file yang dikirim pada seleksi adminstrasi, akhirnya Ia berhasil masuk nominator 5 besar grand final. Seleksi terakhir grand final adalah mempresentasikan KTI, karya inovasi dan pemahaman  moderasi beragama serta  kemampuan bernahasa asing. Untuk presentasi terakhir ini,  Ifa Hidayah  mempresentasikan KTInya dan mengaitkan  dengan aplikasi android  yang Ia buat sebagai  penunjang pembelajaran di MAN 3 Keeiri, serta  karya inovasi 61 video pembelajaran dan tutorial pendidkan yang Ia buat, akhirnya mengantarkan Istri  Tri Teguh Mulyono ini memperoleh juara 2 kategori guru MA berprestasi nasional tahun 2021.(Paulo)