22 Februari 2024

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA

KABUPATEN KEDIRI

Hadiri Istigosah dan Doa Bersama, Kepala Kantor: Kemerdekaan Adalah Rahmat Allah

3 min read

Kab. Kediri( Inmas ) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri Achmad Fa’iz, hari Selasa (29/8) menghadiri acara Istighosah dan Doa Bersama yang di gelar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri. Acara yang berlangsung di Masjid Agung An-nur Kecacatan Pare Kabupaten Kediri ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke 78.

Acara Istighosah dan doa bersama yang diikuti masyarakat dan jajaran Forkopimda Kabupaten Kediri ini menghadirkan mubaligh sekaligus pengasuh Ponpes Ploso, KH. Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar. Hadir pula Rois Syuriah PCNU Kabupaten Kediri KH Abdul Nasir Badrus.

Dalam acara istigosah dan Doa Bersama ini, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyampaikan rencana beliau untuk merenovasi Masjid Agung An-Nur Pare pada tahun 2023.

“Saya mau tanya kira-kira kalau tahun depan, Masjid Agung Kabupaten ini _didandani sing apik jenengan purun mboten?” tanya bupati yang  langsung disambut dengan tepuk tangan jamaah.

Rencana merenovasi Masjid Agung An-Nur Pare ini berawal dari pengalaman beliau  saat akan naik ke lantai dua tempat acara Istighosah dan doa bersama, yang harus melewati salah satu jalan yakni harus melewati lorong tangga memutar.

Begitu naik tangga, Mas Dhito begitu beliau biasa’di sapa mengaku dalam hati merasa malu karena lorong yang gelap, juga kondisi keramik yang sudah tidak bagus. Belum lagi halaman sekitar masjid yang terlihat gelap ketika malam hari.

“Sekarang kabupaten ini bangun tol, bangun bandara, bangun stadion, bangun jembatan, yen masjid’e agung nggak dibangun kualat nanti saya” ucapnya.

Menurut Mas Dhito, rencana pembangunan Masjid Agung An Nur itu telah disampaikan kepada jajaran di Pemerintah Kabupaten Kediri. Pihaknya meminta pada 2024 mendatang Masjid Agung An Nur Pare sudah dibenahi.

Dalam kesempatan itu, Mas Dhito juga menyinggung mengenai program pembangunan infrastruktur khususnya jalan di Kabupaten Kediri. Aduan terkait jalan rusak kepada bupati diakui selalu muncul.

Sebagaimana diketahui, perbaikan jalan rusak menjadi kewenangan pemerintah, baik itu jalan Desa, Kabupaten, Provinsi maupun jalan nasional.

Pun begitu, terkait pembangunan infrastruktur jalan terutama yang ada di desa-desa, pihaknya menyampaikan pada 2024 mendatang pola yang diterapkan satu desa mengusulkan satu jalan. Dengan pola itu, kerusakan jalan yang ada di desa-desa akan berangsur baik.

“Jangan sampai nanti bandaranya sudah jadi, jalan tol sudah jadi, orang masuk ke desa jalanya _gronjal-gronjal_” bebernya.

Terlepas dari rencana pembangunan Masjid Agung An Nur dan pembangunan infrastruktur jalan, pada peringatan Kemerdekaan ke-78, Mas Dhito berpesan supaya masyarakat Kabupaten kediri tetap guyub rukun dan menjaga semangat persatuan.

Sementara itu, Gus Kautsar dalam ceramahnya menyampaikan, untuk mengisi Kemerdekaan bukan hanya tanggung jawab para pejabat, melainkan seluruh elemen masyarakat yang diwujudkan dengan karya kongkrit.

“Semoga Kabupaten Kediri mundak tertib, mundak baik. Itu semua tidak akan berjalan baik kalau seperti pesan Mas Bup (Mas Bupati) kita tidak guyub rukun,” urainya.

Menanggapi rencana bupati yang akan membangun Masjid Agung An Nur, mubaligh ternama itu justeru menyarankan supaya Mas Dhito fokus membangun sarana umum. Sedang pembangunan Masjid Agung An Nur diyakini akan ada yang menangani.

“Pondok pesantren paling gede sak Indonesia iku manggone neng Kediri, wong NU kudune paling akeh yo neng Kediri, dadi yen Masjid’e An Nur ura dadi yo aneh,” ucap Gus Kautsar.

Dihadapan jamaah, kembali Gus Kautsar menyarankan bupati supaya fokus membangun sarana umum, seperti jalan, penerangan jalan. Sedang, pembangunan Masjid An Nur nantinya supaya diurusi para kyai beserta jamaah.

Gus Kautsar mencontohkan saat kepemimpinan Presiden pertama Ir Soekarno. Sebagaimana diketahui pada masa itu, dibangun Monas dan Masjid Istiqlal yang hampir bersamaan.

Namun dalam perjalanannya karena saat itu terkendala dana prioritas dilanjutkan pembangunan Monas. Namun pada kenyataannya Masjid Istiqlal tetap jadi.

“Kita ingat dulu ketika Bung Karno dulu tidak menyelesaikan Masjid Istiqlal, pada kenyataannya dadi nggak Masjid Istiqlal? dadi,” tandasnya.

Kepala Kantor seusai mengikuti acara istigosah dan Doa Bersama mengungkapkan,  mendoakan Bangsa agar tetap aman damai dan lestari,  merupakan salah satu upaya kita untuk mempertahankan dan melestarikan warisan Kemerdekaan yang diwariskan oleh para pahlawan dan pejuang Kemerdekaan. Karena seperti bunyi Pembukaan UUD’45 pada Alinea ketiga bahwa, Kemerdekaan itu merupakan Rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Bahwa Kemerdekaan bangsa Indonesia bukan hanya perjuangan para pahlawan dan pejuang semata, akan tetapi lebih dari itu merupakan Rahmat dan pemberian Allah SWT. Oleh karena itu sebagai bangsa yang beragama, kita harus selalu mendoakan bangsa agar senantiasa diberkahi dengan kerukunan, kedamaian, kemajuan, keadilan dan kemakmuran, tandasnya.( Paulo/SF)

HUMAS KANKEMENAG KAB.KEDIRI | Newsphere by AF themes.