13 April 2024

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA

KABUPATEN KEDIRI

Buka Sosialisasi SEHATI, Kasubbag.TU Tekankan Penyuluh Wajib Dampingi 20 Pelaku Usaha Didaftarkan Dalam Proses SEHATI

2 min read

 

 

Kab.Kediri ( Inmas ) Satgas Halal Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, hari Selasa (22/12) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi proses  Sertifikasi Halal Gratis(! SEHATI) melalui aplikasi si-Halal, yang berlangsung di aula lantai Atas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri. Sosialisasi ini dilaksanakan dalam rangka mendukung percepatan proses Sehati 22 di Propinsi Jawa Timur.


Kegiatan yang diikuti oleh 66 Penyuluh Agama Islam yang terdiri dari 14 Penyuluh Fungsional  ( PAIF ), 26 Koordinator Penyuluh Tingkat Kecamatan,dan 26 Penyuluh Bidang Produk Halal dari 26 Kecamatan se-Kabupaten Kediri ini,  dibuka Kepala Sub Bagian  Tata Usaha ( Kasubbag TU,) Musyadad mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri.

Tutut hadir pula Kasi Bimas Islam Agus Salim  dan Penyelengara Zakat dan wakaf Tontowi Jauhari.

Dalam sambutan pembukaan  Kasubbag TU menyampaikan, bahwa ujung tombak keberhasilan program ini ada ditangan Penyuluh, kekompakan dan kebersamaan harus ditingkatkan karena Penyuluh ditingkat Kecamatan ditargetkan harus mendampingi 20 pelaku usaha untuk didaftarkan dalam proses Sehati melalu aplikasi si-Halal, ungkapnya.

Pria yang juga menjabat sebagai ketua Satgas produk halal ini berharap, dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, Penyuluh Agama Islam selain bisa melakukan pendampingan dan pencerahan kepada pelaku ekonomi kecil dan menengah,juga  memberikan edukasi  bahwa, produk yang halal itu bukan hanya dari bahan yang halal, tetapi juga harus menggunakan fasilitas produksi yang jauh dari najis. Mengingat Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar , yang juga merupakan konsumen terbesar. Oleh karenanya perlu adanya kepastian tentang kehalalan produk yang digunakan masyarakat, tekannya.

Sebelumnya Agus Salim selaku Kasi Bimas Islam dalam laporannya menyampaikan, kegiatan Sosialisasi merupakan upaya mempersiapkan para Penyuluh agar mereka mempunyai keilmuan yang memadai, sehingga nantinya dapat mendampingi masyarakat yang bergerak di bidang  UMKM guna mendapatkan sertifikasi Produk Halal. Karena Penyuluh merupakan pihak yang sehari-hari langsung berhadapan dengan masyarakat, katanya.

Bertindak sebagai nara sumber dalam kegiatan ini Alwi, Penyuluh Kecamatan Papar yang telah mendapatkan sertifikat sebagai pendamping produk halal pada Kementerian Agama Kabupaten Kediri.

Untuk diketahui,Sertifikasi Halal adalah proses pengakuan kehalalan suatu Produk yang dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) berdasarkan fatwa halal tertulis yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Sertifikasi Halal juga merupakan refleksi perlindungan negara terhadap masyarakat untuk memperoleh jaminan mengkonsumsi dan menggunakan produk halal berdasar Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.
Sesuai amanat UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal,  kewenangan penerbitan sertifikat halal dilakukan melalui satu pintu di BPJPH yang sebelumnya dilakukan oleh LPPOM MUI.
Berdasarkan Peraturan Menteri Agama No. 26 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal, disebutkan dalam pasal 27 bahwa Produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat Halal.
Untuk mengajukan permohonan sertifikasi halal ada beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan yaitu:
Surat Permohonan Sertifikasi Halal (/SPSH);
Formulir Pendaftaran, silakan pilih sesuai jenis produk yang anda ajukan:
Makanan, Minuman, Obat, dan Kosmetik (/FR_M2OK);
Rumah Makan (resto) dan katering (/FR_RKA);
Jasa (/FR_JSA);
Barang Gunaan (/FR_BGU);
Rumah Potong Hewan dan/atau Unggas (/FR_RPHU)
Dokumen Aspek legal seperti: NIB, NPWP, IUMK,IUI, SIUP,API atau lainnya;( Paulo/SF)

 

 

 

HUMAS KANKEMENAG KAB.KEDIRI | Newsphere by AF themes.