22 Juli 2024

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA

KABUPATEN KEDIRI

Buka Kegiatan Penguatan Moderasi Beragama, Kakanwil: Ciri Orang Moderat Salah Satunya Anti Kekerasan

2 min read

 

 

Kab.Kediri ( Inmas ) Kepala Kantor Wilayah ( Kakanwil ) Kementerian  Agama Provinsi Jawa Timur Husnul Maram, Selasa (1/11), bertempat di  aula serbaguna Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, membuka kegiatan Penguatan Moderasi Beragama yang diselenggarakan oleh Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri.

Selain Kegiatan Penguatan Moderasi Beragama, ditempat yang sama dilaksanakan juga kegiatan Pemetaan Penyuluh Agama Islam secara Daring yang diselenggarakan oleh Dirjen Bimas Islam yang diikuti  sebanyak 222 peserta.

Kakanwil dalam sambutannya mengatakan, Moderasi Beragama adalah melaksanakan esensi ajaran Agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan mentaati kontitusi sebagai konsesus bernegara, terangnya.

Menurut Beliau seseorang disebut moderat bila memenuhi  4 ciri Moderasi beragama, yakni PERTAMA, menerima empat pilar kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD’1945, NKRI dan b Bhinneka Tunggal Ika.

KEDUA, Anti Kekerasan. Dijelaskan bahwa, seorang Penyuluh dalam melaksanakan tugas penyuluhan tidak boleh melakukan kekerasan baik verbal maupun nonverbal.

KETIGA, Toleransi. Sebagai bangsa yang majemuk saling menghormati dan menghargai merupakan suatu keniscayaan. Tidak diperkenankan untuk saling menghina apalagi membakar tempat ibadah agama lain. Nabi telah memberikan contoh dijaman Beliau, bagaimana Nabi memerintahkan untuk menjaga dan melindungi orang yang berbeda keyakinan, termasuk tempat ibadahnya.  Tidak ada dalam satu ayat pun dalam Al-Qur’ an yang menyuruh merusak tempat ibdah agama lain, tegasnya.

KEEMPAT, Menghormati Kearifan lokal. Pria murah senyum ini menekankan, pentingnya menghormati kearifan lokal. Bila ada masyarakat yang menggelar seni dan budaya seperti kesenian wayang, ludruk dan sejenisnya, selama tidak bertentangan dengan norma dan akidah agama, maka kita tidak perlu menghalangi,apalagi sampai menyebutnya musyrik, katanya.

Terkait dengan kegiatan  pemetaan Penyuluh Agama Islam yang dilakukan hari ini (Selasa red) secara nasional di seluruh tanah air, orang’ nomor satu dilingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur ini menerangkan bahwa, hal ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama  agar para Penyuluh Agama dapat menentukan pilihan, apakah sepakat dan sejalan dengan Kementerian Agama mengakui 4 pilar kebangsaan dan melaksanakan empat ciri Moderasi beragama, ataukah mempunyai pilihan lain. Jika bapak ibu menjatuhkan pilihan yang sama dengan Kementerian Agama,maka kita akan tetap berada dalam satu barisan. Tetapi bilamana diantara bapak ibu ada yang mempunyai pilihan yang berbeda dengan garis dan kebijakan Kementerian Agama,maka disilakan keluar dari barisan atau akan dikeluarkan dari barisan,tegasnya.

Sebelumnya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri Zuhri, dalam sambutannya melaporkan, sebanyak 249 Penyuluh Agama baik Islam, Kristen, Katolik maupun Hindu mengikuti kegiatan Moderasi beragama. Oleh karena itu beliau memohon kepada Kakanwil untuk memberikan pembinaan dan pembekalan agar para Penyuluh yang merupakan corong Kementerian Agama yang berada digaris terdepan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, dan mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat binaannya sesuai dengan harapan,ujarnya.

Pria berkacamata ini juga menyampaikan bahwa, pihaknya juga menghadirkan Gus Reza dari PP. Lirboyo untuk memberikan pembekalan kepada peserta terkait Moderasi beragama. Beliau merupakan tokoh dan intelektual muda NU yang sudah tidak diragukan lagi kompetensi dan komitmennya tentang Moderasi beragama. Ia telah melalang buana di tanah air bahkan keluar negeri untuk mensyiarkan pentingnyan membangun Toleransi dan Penghormatan Kemanusiaan antar umat beragama, terangnya.( hms/Paulo)

 

 

 

HUMAS KANKEMENAG KAB.KEDIRI | Newsphere by AF themes.