13 April 2024

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA

KABUPATEN KEDIRI

Kepala Kantor Narasumber Pada Pelatihan Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah

2 min read

 

 

Kab. Kediri ( Inmas ) Pelaksanaan kegiatan Pelatihan Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah yang di selenggarakan Balai Diklat Keagamaan Surabaya, yang berlangsung di Hotel Front One Jalan Airlangga Katang Kediri,pada Hari Senin (26/9), menghadirkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri Zuhri sebagai salah satu Narasumber.

Dalam materinya yang di beri judul ” Integritas Pegawai Kementerian Agama” beliau menyampaikan pentingnya seseorang memiliki Integritas dalam bekerja dan mengabdi.

Karena dengan berintegritas, Ia akan mempunyai semangat dan motifasi kerja yang baik untuk melakukan sebuah perubahan bagi dirinya maupun lembaga yang di pimpinnya.

Demikian  yang di sampaikan oleh pria yang sering di panggil Kang Zuhri ini, di hadapan 50 Kepala Madrasah Swasta  yang sedang mengikuti kegiatan Pelatihan yang di yang di rencanakan akan berlangsung selama seminggu ini.

Tampil dengan bahasa- bahasa yang mengundang tawa para peserta, pria yang juga merangkap sebagai PLT. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri ini, meminta agar peserta yang merupakan Kepala Madrasah di lembaganya masing- masing untuk menjadikan Madrasah tidak hanya sebagai tempat belajar mengajar, akan tetapi juga menjadikan Madrasah sebagai Tempat hiburan bagi siswa- siswinya . Artinya dalam mendidik anak didik, hendaknya di lakukan pendekatan yang humanis, humoris dan penuh dengan suasana keakraban. Dengan demikian anak didik kita merasa betah dan kerasan di Madrasah, bahkan setelah di rumah mereka rindu akan suasana Madrasah dan ingin segera kembali ke Madrasah, terangnya.

Jika anak sudah merasakan suasana yang aman dan nyaman, serta hatinya diliputi dengan senang dan bahagia,maka materi pembelajaran yang akan disampaikan oleh guru akan  di serap dan di terima secara maksimal, tambahnya.

Selain itu, Kepala Kantor juga menegaskan pentingnya seorang Kepala Madrasah membangun kerja tim yang solid dan kompak. Karena mustahil bagi kita dalam membangun sebuah Madrasah  tanpa melibatkan orang lain, termasuk guru, tenga kependidikan dan komite. Jika hal itu kita lakukan, maka sebesar dan sekuat apapun lembaga kita, dipastikan akan melemah dan runtuh dengan sendirinya .

Oleh karena itu bekerja sama dan bekerja bersama dalam sebuah organisasi merupakan suatu keniscayaan, tambahnya.

Sebelum mengakhiri materinya, ayah berputra dua ini menyampaikan sekilas kebijakan Kementerian Agama terkait Kurikulum Merdeka.Dikatakannya bahwa, Kurikulum pelajaran umum di atur oleh Kementerian Pendidikan Nasional, sedangkan Kurikulum Pelajaran Agama di atur oleh Kementerian Agama. Hal ini terkait dengan nilai- nilai Agama yang merupakan kewenangan dari Kementerian Agama untuk menjaganya. Selain itu adanya 95 persen lembaga Madrasah di bangun oleh swasta dan ormas-ormas keagamaan yang memiliki ciri khas masing- masing yang ingin mereka tanamkan dan pertahankan, seperti lembaga Pendidikan Muhamadiyah, PERSIS dan lainnya. Karena sesungguhnya ruh dan semangat dari Kurikulum Merdeka adalah memberikan otonomi kepada Sekolah/ Madrasah dan Dewan Guru untuk menerapkan sistim Pendidikan sesuai dengan kebutuhan anak didik, potensi Sekolah/ Madradah serta lingkungan yang ada, urainya.( hms/ Paulo)

 

HUMAS KANKEMENAG KAB.KEDIRI | Newsphere by AF themes.