22 Juli 2024

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA

KABUPATEN KEDIRI

Latih Kejujuran Siswa Melalui KANTIN KEJUJURAN

3 min read

 

Kab.Kediri ( Inmas )Berawal dari keprihatinannya melihat Kondisi bagian belakang Madrasah yang kumuh dan kotor, kantin yang terpetak-petak dan terkadang menimbulkan rivalitas antar penjual yang mengarah pada disharmonisasi, serta penjajakan makanan dan minuman yang kurang higenis, membuat Kepala MTsN 4 Kediri Angsori melakukan inovasi yang cukup brilian.
Melalui Rapat koordinasi dengan komite Madrasah, Dewan Guru,serta Tenaga Kependidikan MTsN 4 Kediri, akhirnya di putuskan membangun Kantin Terpadu yang di dalamnya akan menyediakan makanan dan minuman yang yang hygenis,yang akan  dijualkan kepada guru,karyawan dan siswa MTsN 4, Maka sekitar bulan November 2021 dimulailah pembangunan sebuah Kantin Terpadu di atas lahan kosong di bagian belakang yang sebelumnya kumuh dan kotor. Dana untuk membangun Kantin berasal dari Madrasah.
Pembangunan dilakukan selama dua bulan. Dan tepat pada tanggal 17 Januari 2022 Kantin Terpadu yang kemudian di beri nama KANTIN KEJUJURAN resmi beroperasi.


Menurut Kepala MTsN 4 , makanan dan minuman  yang di sediakan di Kantin harus bersih,sehat dan halal.Khusus untuk makanan dan lauk- pauk disediakan dalam bentuk bungkusan,sehingga bila tidak terjual habis,langsung di bawa pulang. Untuk pemasok makanan dan minuman serta snack di Kantin adalah guru tidak tetap ( GTT) dan pegawai tidak tetap ( PTT )MTsN 4 Kediri. Hal ini dimaksudkan untuk bisa memberikan tambahan pendapatan bagi tenaga honorer di MTsN 4 Kediri,ujarnya.
Sedangkan untuk karyawan kantin di ambil dari suami atau istri dari GTT dan PTT MTsN 4 Kediri,lanjutnya .
Angsori menambahkan, agar Kantin dapat di kelola secara profesional dan akuntabel, maka pihaknya membentuk sebuah struktur yang terdiri dari Pembina, Ketua,Bendahara serta karyawan Kantin, yang di tetapkan melalui Surat Keputusan ( SK ) Kepala MTsN 4 Kediri. Adapun untuk posisi pembina di jabat olah Kepala Madrasah, serta unsur ketua dan bendahara di jabat oleh Guru MTsN 4 Kediri,terangnya.


Terkait dengan perihal pemberian nama KANTIN KEJUJURAN, pria yang juga suami dari Nurul ASN seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri ini menjelaskan, pemberian nama KANTIN KEJUJURAN di kandung maksud untuk menanamkan sikap jujur kepada siswa  yang memanfaatkan jasa kantin, agar kelak mereka memiliki kejujuran dan integritas. Karena sebagai generasi muda bangsa, sikap jujur dan berintegritas wajib di miliki oleh anak- anak untuk membangun bangsa. Karena ketidakjujuran hanya akan merusak diri sendiri ,orang- orang di sekitarnya,dan bisa berdampak buruk bagi kelangsungan hidup bangsa,terangnya.


Oleh karena itu sistem layanan yang di terapkan di kantin ini adalah, para pembeli mengambil sendiri makanan atau minuman yang mereka butuhkan secara bebas yang tersedia dalam etalase sesuai selera. Setelah itu mereka membayar pada kasir yang berada di pintu keluar. Sesudah melakukan pembayaran, pembeli keluar dari Kantin dan minikmati makanan dan minuman di tempat khusus yang disediakan, katanya.
Ketika di tanya bagaimana kalau pembeli setelah mengambil barang, mereka melewati tempat lain, mengingat bangunan terbuka tanpa pintu. Pria berusia 57 ini memberikan jawaban” itulah kenapa kita beri nama KANTIN KEJUJURAN. Jadi layanan yang di tekankan di d sini adalah melatih pembeli untuk berlaku jujur. Tidak ada petugas khusus yang bertugas mengawasi pembeli atau  CCTV untuk memonitor pembeli.Semua tergantung kejujuran saja, pungkasnya.
Untuk hal pembagian pendapatan, mantan guru MTsN 4 ini mengungkapkan,sesuai keputusan dewan pengurus Kantin, pembagian pendapatan adalah 50% untuk Madrasah, 30% pendapatan di peruntukkan Karyawan, dan 20% untuk menambah modal usaha Kantin.
Alhamdulillah..setelah beroperasinya KANTIN KEJUJURAN pendapatan Madrasah melonjak tajam, yang sebelumnya pendapatan Madrasah sekitar 150.000/minggu ,sekarang bisa mendapatkan pemasukan Rp.2.000.000 per minggu,katanya dengan bangga .
Sementara itu Maria Ulfa salah satu petugas Kantin mengungkapkan, jika jam efektif kegiatan belajar mengajar, kantin yang di kelolanya bisa meraup pendapatan mencapai Rp. 4.000.000 per hari.Dari hasil pendapatan ini sebagian di gunakan untuk setor ke Madrasah, sebagian di gunakan untuk membayar gaji para Karyawan, dan sebagian lagi di gunakan sebagai modal untuk mengembangkan usaha Kantin,terangnya. Walaupun saat jam istrahat yang belanja di Kantin hampir seribu siswa,namun alhamdulillah anak-anak cukup jujur sehingga membuat usaha yang baru fi rintis seumur jagung ini bisa berkembang cukup baik,tuturnya.(hms/Paulo)

HUMAS KANKEMENAG KAB.KEDIRI | Newsphere by AF themes.