ASN Kankemenag Kab. Kediri, ikut Pembinaan Kabag Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur

Kab. Kediri (Inmas) Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag. TU) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Nawawi, Jumat (11/2) memberikan pembinaan kepada ASN dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri. Sebanyak 50 ASN yang terdiri dari pejabat eselon 4, kepala Madrasah Negeri, perwakilan Kepala KUA, Kepala Tata Usaha pada Madrasah Negeri serta JFT Analis Perencana, Pranata Eeuangan dan Anilis Kepegawaian, dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, mengikuti kegiatan yang berlangsung di Hotel Telaga Mas 2 sarangan Kabupaten Magetan.

 

Dalam pembinaannya Kabag TU menyampaikan beberapa poin penting, diantaranya aturan penggunaan DIPA, perjanjian Kinerja, dan Regulasi terbaru terkait sistem asesmen ASN . Diaktanyanya bahwa, sesuai dengan arahan Menteri Agama , penerapan anggaran tahun 2022 pada triwulan ketiga harus sudah mencapai 75 persen. Bagi Satker yang penyerapannya kurang dari 75 persen,maka 25 persen anggarannya akan d alihkan pada kegiatan yang lain.Oleh karena itu, saat ini, Kementerian Agama Pusat , yang semula merencanakan semua kegiatan dilaksanakan di Jakarta, memindahkan kegiatannya ke daerah.. Karena di Jakarta saat ini terjadi lonjakan Covid 19 yang luar biasa, sehingga tidak memungkinkan untuk diadakan kegiata, yang akan mempengaruhi daya serap anggaran, sehingga tidak sesuai dengan target , jelasnya.
Terkait dengan percepatan penyerapan anggaran, saya mengapresiasi Kabupaten Kediri, yang hari ini melakukan Bedah DIPA, untuk membahas kegiatan mana yang harus didahulankan atau yang perlu dipercepat penerapannya. Menurut orang nomor dua Kanwil kemenag Provinsi Jawa Timur ini, anggaran yang perlu segera dilakuakn penerapan , yang pertama adalah Bansos. Yang kedua adalah belanja modal, ketiga adalah kegiatan, dan yang terakhir adalah perjalanan dinas, urainya.

Sementara itu, terkait denagn Penandatangana Perjanjian Kinerja, pria murah senyum ini menjelaskan, ASN yang menjabat, tiap tahun ada kontrak kinerja yang harus diselesaikan dalam tahun itu. Jika perjanjian kinerja itu tidak sesuai dengan target, maka seorang pejabat akan dievaluasinya kinerjanya, dan mempertimbangkan jabatan yang didukinya, bahkan bisa digeser ke posisi yang lain.

Dijelaskannya pula, dalam rangka reformasi birokrasi, kedepan seorang ASN bisa saja oleh Pemerintah ditugaskan pada lintas Kementerian atau lembaga. Dasar dari penugas ASN ini, adalah Asesmen. Bahwa nantinya semua ASN secara bertahap akan diasesmen . Dari hasil asemen itu akan ada dilakuakn pemetaan, untuk memenetukkan seseorang cocok di Lembaga atau Kementerian mana, dan diposisi apa. Oleh karena itu, Ia meminta agar tidak berasumsi bahwa, sesoarng yang telah mengikuti asesmen, otomatis akan menjabat dalam jabatan tertentu. Karena tujuan dari asesmen itu adalah Pemetaan, ujarnya. Untuk itu , Ia meminta agar semua ASN dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, untuk mengerjakan dan memahami tugas sesuai dengan tupokinya, sehingga bilamana nantinya kesempatan memgikui asesmen, apa yang dikerjakannya itu sejalan dengan yang akan muncul saat asesmen. Karena hasil asemsen itulah yang akan direkomendasikan untuk melakuakan penempata ASN. Sebelum mengakhiri pembinaan, beliau menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh ASN dilingkungan Kantor Kemenag kabupaten Kediri, atas peran sertanya, dalam mengelolah laporan keuangan dengan baik, sehingga Kementerian Agama selama enam tahun berturut-turut mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WPT) dari Badan Pemeriksa keuangan (BPK). (Paulo)