Kepala Kantor Buka Kegiatan Diseminasi Penyusunan Soal Ujian Madrasah (UM) Jenjang MA

Kab. Kediri(Inmas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri Zuhri, Kamis(4/3), bertempat di aula MAN 1 Kediri, membuka kegiatan Diseminasi Penyusunan Soal Ujian Madrasah (UM) jenjang Madarash Aliyah (MA) se-Kabupaten Kediri. Kegiatan ini diselenggarakan oleh KKM MA Kabupaten Kediri, sebagai upaya persiapan dalam rangka menyelenggarakan Ujian Madrasah (UM) Tahun Pelajaran 2020/2021, yang menurut rencana akan dilaksanakan pada tanggal 15 Maret sampai dengan 10 April 2021.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Kepala Madrasah Ketua KKM dan 5 orang Guru Rumpun Mapel IPS, PAI, Bahasa, Fisika, Matematika, Biologi dan Kimia dari masing-masing KKM MA se-Kabupaten Kediri. Hadir dalam acara ini Kasi Pendma Enim Hartono serta Pengawas Madrasah Syamsul Hadi.


Kepala Kantor dalam sambutannya meminta agar peserta dalam menyusun soal-soal UM, disesuaikan dengan kondisi pandemic covid 19, sehingga tidak memberatkan siswa, ujarnya. Beliau juga menyampaikan bahwa, adanya kepatuhan warga Kementerian Agama terhadap instruksi Menteri Agama nomor 1 tahun 2021 tentang Sosialisasi Gerakan 5M di seluruh tanah air termasuk di Kabupaten Kediri, alhamdulillah saat ini penyebaran dan penularan covid 19 di tanah air menunjukkan trend penurunan. Namun demikian, Ia mengingatkan peserta untuk tidak lengah sedikitpun terhadap perkembangan ini. Namun diminta tetap meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol Kesehatan, supaya bisa menekan angka penyebaran sampai tiik nol, tambahnya. Dengan demikian, kerinduan guru, siswa dan orang tua, untuk melaksanakan proses belajar mengajar secara tatap muka segera terealisasikan, lanjutnya.


Sebelumnya, Enim Hartono selaku Kasi Pendma dalam sambutannya menguraikan SE Dirjen Pendis nomor 298 tahun 2021, tentang kelulusan dan kenaikan kelas. Dikatannya bahwa, dengan ditiadakannya UN dan UAMBN jenjang MTs dan MA tahun pelajaran 2020/2021, maka satuan Pendidikan dalam hal ini Madrasah dapat menyelenggarakan Ujian Madrasah (UM) sebagai pengganti UN untuk menentukan kelulusan. Adapun syarat kelulusan menurut Enim antara lain, siswa mampu menyelesaikan program pembelajaran pada masa pandemic covid 19 yang dibuktikan dengan rapot tiap semester, Siswa memperoleh penilaian sikap/perilku minimal baik, serta siswa mengikuti Ujian Madrasah yang diselenggarakan satuan Pendidikan(Madrasah), urainya. Beliau juga mengingatkan peserta bahwa, dalam menyusun naskah soal, tidak boleh mengandung unsur sara, politik praktis, radikalisme, atau soal-soal yang bertentangan dengan Pancasila, UUD’45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI, lanjutnya.(Paulo)