Kasi Pendma Lakukan Sosialisasi SK Dirjen Pendis 2971 Tahun 2020 Kepada Kamad KKM MTsN 5 Kediri

Kab. Kediri (Inmas) Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri Enim Hartono, di dampingi Kepala MTsN 5 Kediri Agus Gunawan, Rabu (12/8), bertempat di aula MTsN 5 Kediri, melakukan sosialisasi Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendais) Kementerian Agama RI, kepada Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) anggota Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTsN 5 Kediri. Keputusan Dirjen Pendis nomor 2971 tahun 2020 adalah keputusan  tentang perubahan kedua atas keputusan Dirjen Pendis nomor 7330 tahun 2019 tentang petunjuk teknis pengelolaan bantuan operasional pendidikan pada Raudlatul Athfal dan bantuan operasional sekolah pada Madrasah tahun anggaran 2020.

Di hadapan tujuh belas Kepala MTs anggota KKM MTsN 5 Kediri, Enim Hartono mengungkapkan, adanya Keputusan Dirjen Pendis nomor 2971 merupakan upaya efisiensi Pemerintah pusat atas situasi luar biasa yang melanda bangsa Indonesia, yakni wabah COVID-19. Wabah yang telah memporak-porandakan seluruh sektor kehidupan ini, memaksa pemerintah pusat mengambil langkah ini, agar semua sector bisa berjalan. Di satu sisi Pendidikan dan kesejahteraan masyarkat tetap berjalan, dan di sisi lain kesehatan dan keselamatan masyarakat juga tidak di abaikan, ujarnya. Oleh sebab itu, Ia meminta agar Kepala Madrasah, orang tua maupun siswa tidak berasumsi bahwa adanya  pemotongan atas dana bantuan operasional pendidikan dan BOS yang selama ini santer terdengar di masyarakat. Supaya tidak mendapatkan informasi yang menyesatkan, Enim meminta, bila mendapatkan informasi yang belum jelas kebenarannya, terkait dana bantuan operasiona pendidikan maupun BOS, untuk segera  meminta konfirmasi langsung kepada Kasi Pendma, tegasnya.

Untuk di ketahui, berdasarkan Keputusan Dirjen Pendis nomor 2971 tahun 2020, maka bantuan oprasional pendidikan yang semula untuk tingkat RA sebesar Rp. 600.000 per anak per tahun, menjadi Rp. 400.000 per anak per tahun. Untuk dana BOS bagi tingkat MI yang semula Rp. 900.000 per peserta didik per tahun, menjadi Rp. 800.000,- per peserta didik per tahun. Sedangkan tingkat MTs yang semula Rp. 1.100.000 per peserta didik per tahun, menjadi Rp. 1.000.000 per peserta didik per tahun. Dan untuk tingkat MA dan MAK yang semula Rp. 1.500.000 per siswa per tahun, menjadi Rp. 1.400.000 per siswa per tahun. (Paulo/Syaiful)